19 Jul 2013

All You Can Eat by Christian Simamora

Judul: All You Can Eat
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: GagasMedia, 2013
Tebal: xii + 460 hlm.
ISBN: 979780643X
Rating: 4,5/5

Sinopsis:
‘CINTA KOK BIKIN SEDIH?’

Dear pembaca,

Berbeda dengan penulis lain di luar sana, aku akan berterus terang mengenai akhir novel ini: bahagia. Tapi, kumohon, jangan desak aku untuk menceritakan awal ceritanya. Juga tentang siapa Sarah, siapa Jandro, dan apa yang menghubungkan mereka berdua.

Aku juga tak akan melebih-lebihkan penjelasanku mengenai novel kesepuluhku ini. ‘All You Can Eat’ memang bukan cerita yang orisinal. Jadi, jangan terkejut saat mendapati ceritanya mengingatkanmu pada curhatan seorang teman atau malah pengalaman hidupmu sendiri. Ini tentang seseorang yang istimewa di hati. Yang tak bisa kamu lupakan, juga tak bisa kamu miliki.

Jadi, apa keputusanmu?
Kalau setelah penjelasan tadi kamu masih ingin membaca novel ini, tak ada yang lagi bisa aku katakan kecuali: selamat menikmati.

Dan selamat jatuh cinta.


CHRISTIAN SIMAMORA

Sebagai pembaca yang mengaku penggemar berat tulisan Christian Simamora, saya malu banget mengakui bahwa saya telat tahu novel ini sudah terbit. Seminggu setelah novel ini terbit barulah saya ngeh, setelah melihat twitpic temen-temen yang sudah PO duluan. Saking kepingin banget segera memiliki buku ini, saya mengurungkan niat untuk beli online (dengan keuntungan memperoleh tanda tangan penulis), dan justru membelinya di Gramedia. Hhh, efek novel ini luar biasa bagi saya. Dalam setengah tahun ini, jarang sekali saya membaca novel yang membuat saya menggelepar bahagia. All You Can Eat adalah salah satu dari yang jarang itu.

Tidak seperti penulis lain yang menyimpan rapat-rapat ending novel yang ditulisnya, pengarang novel ini justru dengan tegas menyebutkan bahwa novel ini berakhir bahagia. Penulis juga mengaku ide cerita novel ini tidak orisinil. Kalo hal itu sih saya maklum banget. Lagipula, mengutip quote yang saya baca entah di mana, bunyinya kurang lebih "segala hal yang berada di bawah sinar matahari sudah pernah diceritakan oleh manusia". Setuju nggak? :D

Novel yang ditargetkan untuk 'pembaca dewasa' ini berkisah tentang Sarah Kristina (Sarah), seorang scriptwriter, yang baru saja memutuskan pacarnya yang selingkuh dengan instruktur yoga mereka. Agnes Putri Vimana (Anye), sahabat baik Sarah, sukses meyakinkan Sarah untuk mendepak mantannya dari apartemennya, dan membujuk Sarah untuk menyepi di villa keluarga Vimana di Ubud; untuk menenangkan diri sekaligus menyesaikan script film yang tengah Sarah kerjakan. Ketika tiba di villa, Sarah mendapati bahwa bukan hanya dirinya yang ada di sana. Ternyata seorang pria di sana, sosok ber-body hot dalam keadaan tanpa busana.

Ternyataaa (lagi), orang itu adalah Alejandro Putra Vimana (Jandro), adik Anye yang usianya lebih muda tujuh tahun dari Sarah. Tujuan Jandro ke Villa ini juga mirip-mirip dengan Sarah. Jandro baru saja mengakhiri hubungan dengan Nuna. Status Jandro yang hanya sebagai 'simpanan' Nuna terpaksa harus berakhir sebab Nuna akhirnya dijodohkan oleh laki-laki pilihan orang tua.

Pertemuan Sarah dan Jandro membuka kembali kenangan lama di antara mereka. Sarah adalah cinta pertama Jandro. Semasa SMP, Jandro pernah menyatakan cintanya kepada Sarah, tapi kemudian ditolak, sebab selisih usia mereka tepaut cukup jauh. Sarah juga beralasan bahwa Jandro sudah seperti adiknya sendiri. Akan tetapi, hingga kini perasaan Jandro ke Sarah masih belum berubah. Di lain pihak, Sarah mulai merasakan hal yang berbeda kepada cowok itu. Adik Anye yang dulunya berpenampilan nerd kini telah menjelma menjadi pria yang luar biasa menarik. Apalagi Jandro sekarang telah sukses dalam bidang perhotelan. Sepertinya Sarah telah—mengutip istilah dalam novel ini—falls in lust with Jandro.

Kehadiran Nuna, mantan kekasih Jandro di Bali menambah drama di antara Jandro dan Sarah. Nuna yang mengaku masih mencintai Jandro membuat Sarah jengkel. Hal tersebut menyadarkan Sarah, bahwa apa yang ia rasakan kepada Jandro tak hanya lust semata. Sarah sadar ia mencintai Jandro, tapi ia ragu apakah Anye akan merestui hubungan mereka, terlebih lagi perbedaan usia tujuh tahun membuat Sarah kehilangan kepercayaan dirinya. Sarah mencoba mengalihkan perasaannya kepada Irvan, pengusaha muda dan tampan asal Jakarta yang sedang berkunjung ke Bali.

Mampukah Sarah menghalau perasaannya terhadap Jandro? Bagaimana nasib Jandro yang (apes banget) ditolak dua kali oleh Sarah? Benarkah Nuna rela meninggalkan tunangannya demi Jandro? Lalu apakah Irvan mampu mengambil hati Sarah dan membuat gadis itu melupakan Jandro? Ugh, kayak benang kusut gitu deh jadinya. Baca sendiri ya kisah selengkapnya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, novel ini berakhir bahagia. Cuma, jalan menuju ke sana memang dibuat berliku. Meski sudah tahu bahwa novel ini berakhir bahagia, namun saya tetap saja geregetan mengikuti kisah ini.

Saya sudah familiar dengan gaya bercerita Christian Simamora yang ceplas-ceplos dan ramai. Saya sudah membaca beberapa buku Christian Simamora di antaranya Coklat Stroberi, Macarin Anjing, Shit Happens, Pillow Talk, Good Fight, dan With You. Gaya bercerita dalam setiap buku Christian merupakan cerminan dari perkembangan kepenulisan beliau (cieeh, sotoy nih ceritanya). Kalau dalam Coklat Stroberi dan Macarin Anjing, gaya berceritanya terlalu meriah, semakin ke belakang, gaya tulisannya semakin matang. Juga, pengarang tampaknya mulai bisa mengerem keinginannya untuk membagi segala hal yang ia ketahui ke dalam tulisan-tulisannya. Sejak menulis novel dewasa, gaya tulisan Christian perlahan mulai berubah (semakin baik tentunya), tanpa meninggalkan ciri khasnya yang ceplas-ceplos dan apa adanya.

Saya nyaris tidak menemukan hal yang bisa saya komplain dalam novel ini. Berhubung kemampuan bahasa Inggris saya tidak hebat-hebat banget, saya tak akan mengomentari bahasa asing yang digunakan sang pengarang. Bahasa yang digunakan pengarang dalam novel ini (juga novel-novelnya yang lain) memang campur aduk. Mulai dari bahasa Indonesia, bahasa pergaulan sehari-hari, bahasa Inggris umum, hingga bahasa Inggris slank. Tapi saya sama sekali tak merasa terganggu dengan bahasa campur aduk tersebut, bahkan sangat menikmatinya. Soal typo, mungkin mata saya yang kurang awas, tapi rasanya saya tidak menemukan typo. Kalaupun ada, pasti sudah terlewatkan karena saya betul-betul enjoy dengan novel ini. Ceritanya sangat mengalir, sampai-sampai saya sengaja berlama-lama membacanya. Saya takut novel 'nikmat' ini akan selesai dibaca dalam waktu singkat. Aneh ya? Hehe.

Oh ya, yang saya maksud 'nikmat' di atas adalah gaya bercerita, bukan adegan kipas-nya lho ya. Uhm, bukan berarti saya tidak suka. Saya suka kok. *blush* Dan omong-omong soal adegan kipas, memang sudah disebutkan dengan jelas (di back cover) bahwa ini adalah novel dewasa. Jadi, buat pembaca yang belum 18+ sebaiknya jangan membaca novel ini. Ketahuan Mama bisa gawat lho, hehe. Belum lagi deskripsi tubuh tokoh pria maupun wanita yang sangat blak-blakan.

Kalau mau bicara soal kekurangan novel ini, maka saya akan menunjuk Sarah sebagai sang 'tertuduh'. Bila Sarah berusaha menekan perasaannya terhadap Jandro karena cowok itu adalah adik Anye, saya pikir itu adalah hal yang wajar. Tapi kalau alasannya karena perbedaan usia tujuh tahun, saya rasa hal tersebut kurang begitu kuat untuk dijadikan alasan. Apalagi di zaman sekarang, saya lihat orang-orang tidak lagi terlalu mempermasalahkan perbedaan usia, dalam hal ini usia perempuan yang lebih tua jauh dibanding pasangannya. Sekadar info saja, teman seangkatan saya menikah dengan wanita yang usianya 8 tahun di atasnya lho. Reaksi orang-orang biasa-biasa saja. Apalagi pasangan tersebut terlihat serasi saat bersama.

Dalam novel ini, penulis sempat menyinggung beberapa hal yang mengingatkan pembaca pada novel-novelnya yang lain. Misalnya Aloe Internasional (Pillow Talk), Mascara (Good Fight), dan Cindy Tan (With You). Para pembaca cewek juga pasti bakalan ngeh, kalau tokoh utama cowok dalam novel ini sama-sama memiliki huruf depan berawalan 'J'. Mulai dari Jo dalam Pillow Talk, Jet dalam Good Fight, Jere dalam With You, dan di novel ini: Jandro.

Akhir kata, membaca novel ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Kisah yang manis, gaya bercerita yang membuat betah, serta karakter-karakter yang menarik (saya tidak menyangka akan menyukai Nuna, meski dia adalah tokoh antagonis), dan tentu saja, cover novelnya yang elegan, membuat saya menjadikan novel ini sebagai koleksi kesayangan. 4,5 bintang saya berikan untuk All You Can Eat.


PS: Sampai sekarang saya belum nemu hubungan antara judul "All You Can Eat" dengan ceritanya. Meski pengarang sudah menjelaskannya di awal, saya teteup aja merasa nggak connect. Tapi whatever-lah. Saya tetap suka novel ini. :)


14 komentar:

  1. "Segala hal yang berada di bawah sinar matahari sudah pernah diceritakan oleh manusia." Setuju!

    Nice review. Makasi udah komen2 di reviewku. Memang gaya ceritanya Bang Ino asik bgt buat disimak yah. Jadi tertarik utk baca yg lain. Boleh pinjem ga? *mentah cheapskate*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha. Aku sih mau-mau aja minjemin. Tapi posisiku kejauhan. Sekarang di Gorontalo. Gimana dong? :(

      Hapus
  2. Kalo model bahasa campur aduk, kayaknya aku ga gitu suka deh. IMHO lo ya. Tapi kalo ada yg minjemin, yo mau #gataumalu :D

    BalasHapus
  3. Buat dapetin novel dari christian simamora yang lain gimana siih? Hubungin gagas media ga dibales2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba hubungi langsung penulisnya. Twitter Christian Simamora: @09061983

      Hapus
  4. Permisi Min, yang minat dan lagi cari novel bekasnya "All You Can Eat", silahkan mampir ke sini, http://www.aksiku.com/2014/10/jual-novel-all-you-can-eat-christian.html

    Trims Min.

    BalasHapus
  5. Aku mau bikin review ini ga jadi2 sampe sekarang.. wkwk. Dan entah kenapa aku merasa blm cukup umur pas membacanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha. Adegan stroberi dan es krim itu.... *tutup muka pake kemoceng*

      Hapus
  6. Untuk pertama kalinya baca novelnya Chrismor yg judul ini, daaann... kepala saya langsung pusing, pdhl baru beberapa bab :| Maklum, saya masih 13 tahun :D :D :D

    *langsung tutup, balikin ke yg punya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kakak... aku baru 12. #bakarKTP
      Gak cocok ya, Ros? Cari bacaan yang aman aja kl gt.
      ChrisMor memang memang agak blak-blakan. :)

      Hapus
  7. gue minta rekomendasi buat beli buku ini dong untuk wilayah medan

    BalasHapus

Back to top