22 Mei 2013

Being Nikki (Menjadi Nikki) by Meg Cabot

Judul Buku: Being Nikki (Menjadi Nikki)
Seri: Airhead #2
Penulis: Meg Cabot
Penerjemah: Maharani Aulia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 304 halaman
ISBN: 9789792266542
Harga: Rp. 40.000,-
Rate: 4/5

My reviews for Airhead Trilogy by Meg Cabot:
1. Airhead (Otak Udang)
2. Being Nikki (Menjadi Nikki)
3. Runaway (Kabur)

~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~-~
Peringatan: Review ini mengandung spoiler buku sebelumnya.

Sang supermodel Nikki Howard telah kembali. Kepada pers dan para penggemar, pihak manajemen Nikki mengatakan bahwa Nikki mengalami amnesia, sebagai alasan mengapa Nikki tak ingat orang-orang yang bekerja bersamanya selama ini. Bahkan, Nikki harus belajar lagi hal-hal yang berhubungan dengan profesinya sebagai model. Tapi, bagi yang sudah baca buku pertama tentu tahu bahwa Nikki Howard tidak mengalami amnesia. Meski dari luar ia tampak seperti Nikki Howard, tapi isi kepalanya adalah Emerson Watts. Beberapa minggu sebelumnya Em mengalami kecelakaan, dan sungguh kebetulan yang aneh, karena pada saat yang sama, Nikki Howard juga menghilang dari publik. Pihak Stark Enterprise kemudian membuat kesepakatan dengan orang tua Em, bahwa mereka dapat menyelamatkan nyawa Em dengan cara mentransplantasi otak Em ke dalam kepala Nikki yang saat itu sudah mengalami mati otak (brain death). Akan tetapi, kesepakatan tersebut tidak mudah bagi Em, sebab ia harus meneruskan kontrak kerja yang tengah dijalani oleh Nikki Howard. Kini, Em harus menjalani hidup sebagai Nikki Howard, berpura-pura bahwa ia mengalami amnesia, dan tidak boleh membertahukan peristiwa yang ia alami kepada siapapun, termasuk kepada cowok yang dicintainya, Christopher. Memang sih, tak pernah ada yang bilang menjadi Nikki itu mudah.

Pada suatu kesempatan, seorang cowok datang ke apartemen Em (oke, apartemen Nikki Howard). Em pikir itu adalah Christopher yang akhirnya paham pentunjuk yang diam-diam Em berikan ke Christopher—petunjuk yang mengindikasikan kalau dirinya bukan Nikki Howard, melainkan sahabatnya yang terperangkap dalam tubuh orang lain. Tapi ternyata itu bukan Chris. Itu Steven Howard, yang tidak lain adalah kakak kandung Nikki! Steven tidak termakan omong kosong tentang amnesia yang dialami Nikki. Tanpa diduga, Steven tahu, sosok yang ada dihadapannya bukan Nikki! Bagaimana Steven bisa tahu? Ditambah lagi, Em harus menghadapi fakta baru mengenai Christopher. Sejak Em dinyatakan meninggal, Christopher akhirnya menyadari bahwa ia mencintai Em, tapi segalanya sudah terlambat. Kini Christipher telah berubah secara fisik. Ia telah memangkas rambutnya, dan penampilannya juga jadi makin keren! Tapi tidak bagi Em, karena menurutnya Christopher jadi sama dengan golongan Mayat Hidup (baca review buku pertama). Seolah itu semua belum cukup, Em harus menghadapi fakta yang lebih mengejutkan lagi. Nikki Howard ternyata masih hidup dan ia menginginkan tubuh tubuhnya!

This cover is awesome!
Tak diragukan lagi, buku ini lebih seru dibandingkan buku pertama. Adegan yang dibuka dengan Em (dalam tubuh Nikki) yang hanya mengenakan pakaian mini untuk syuting produk deodoran Stark lumayan kocak dan bikin ngakak. Tapi kemudian ia jatuh ke laut yang dipenuhi hiu. Sontak adegan lucu jadi berubah menjadi mencekam. Oke, hiunya jinak sih, dan tidak ada adegan berdarah-darah di buku ini, tapi tetap saja. Fokus utama buku kedua ini adalah pada usaha Em menjadi Nikki, tapi juga ingin menjalani kehidupannya yang lama di sekolah (demi melihat Christopher). Otomatis Em harus membagi waktunya antara modelling dan sekolah. Di sekolah, Em menyadari bahwa betapa berbedanya perlakuan orang-orang terhadapnya dibandingkan dengan dulu. Ternyata menjadi cantik ada enaknya juga, walau tetap saja jika disuruh memilih, ia ingin menjadi Em yang dulu, yang tidak cantik dan tidak langsing, sebab Christopher menyukainya Em yang seperti itu.

Sementara di dunia modelling, Em harus mempersiapkan dirinya untuk sesuatu yang amat-sangat dibencinya: berlenggak-lenggok di catwalk dengan hanya mengenakan bra plus sayap palsu—pernah nonton Victoria’s Secret Fashion Show? Nah, seperti itu. Baju dalamnya memang bertabur berlian sih, dan harganya sepuluh juta dolar. Tapi, ini Em, bukan Nikki. Kalau ia tidak sayang kepada orang tuanya bisa dituntut oleh Stark Enterprise, mungkin ia sudah kabur entah ke mana. Ditambah lagi, salah satu rekan model Em, Victoria, sangat membenci Nikki sehingga tega menciderai Em (tentu saja Victoria tidak tahu kalau yang ada di hadapannya bukanlah Nikki yang sebenarnya). Oh, juga Gabriel Luna. Cowok itu menciptakan lagu romantis berjudul Nikki, dan tak butuh waktu lama sebelum lagu itu menjadi populer di kalangan remaja cewek. Apakah Gabriel Luna benar-benar menyukai Nikki seperti lirik lagu yang ia nyanyikan? Bagaimana Em menyikapi hal ini?

Mengikuti perkembangan karakter Em dalam Being Nikki membuat saya semakin bersimpati padanya. Meg Cabot sukses membuat saya menyukai karakter ini. Bicara tentang karakter, karakter Steven, kakak Nikki cukup menarik perhatian. Lulu saja sampai meleleh dibuatnya. Sayangnya cowok anggota angkatan laut Amerika ini terlalu sibuk dengan urusannya dengan Nikki/Em, sehingga cenderung mengabaikan Lulu. Usaha Lulu untuk menarik perhatian Steven cukup menghibur pembaca. Saya cuma bisa senyum-senyum melihat tingkah Lulu yang dimabuk kepayang (jadul banget nggak sih istilah ini?). Berjuanglah Lulu!

Kesimpulan: bila sudah membaca Airhead, maka Being Nikki tidak boleh dilewatkan! Buku ini lebih seru dibanding buku pertama. Oh, dan cover aslinya keren banget! Love it! Kenapa Gramedia nggak pake cover yang itu ya?


Postingan ini untuk dan reading challenge berikut What's in a Name Reading Challenge 2013

1 komentar:

Back to top