30 Agt 2014

Come On Over (CO2) by Christian Simamora

Judul: Come On Over (CO2)
Penulis: Christian Simamora
Penerbit: Twigora, 2014
Tebal: xiv + 436 hlm.
ISBN13: 9786027036208

Sinopsis:
KATAKAN PADAKU, BAGAIMANA CARANYA MERELAKAN SESEORANG YANG TAK PERNAH JADI MILIKMU?

Dear pembaca,

Sejak ide dasar cerita ini muncul di kepala, hidupku benar-benar tidak tenang. Aku dipaksanya memutar otak, mengerjakan plot, memikirkan kedua tokoh utamanya hampir sepanjang waktu. Dan tiga bulan kemudian, akhirnya aku bisa menghela napas lega. Cerita tentang Jermaine dan Tata berhasil kurampungkan untuk kalian, pembaca tersayang.

Ide dasar Come On Over muncul karena terinspirasi sejarah sedih di balik salah satu karya klasik terpopuler sepanjang masa: “Für Elise”. Tahukah kamu, Beethoven menulis lagu itu untuk seorang perempuan, yang ternyata belakangan membuatnya patah hati? Apa mau dikata, cinta memang tidak pernah mudah. Dan bagian tersulit dari mencintai seseorang adalah menunggu dia balas mencintaimu.

Jadi bagaimana, apakah sekarang kamu siap untuk membalik sampul depan dan memulai perjalananmu bersama buku ini? Besar harapanku kamu akan menikmati sebesar aku menikmati proses menulisnya. Selamat membaca dan, seperti biasa...

selamat jatuh cinta.


CHRISTIAN SIMAMORA

Ide cerita bisa datang dari mana saja. Untuk Christian Simamora, lagu Für Elise karya Beethoven telah menginspirasinya untuk menulis kisah #JBoyfriend yang bertajuk Come On Over (CO2) ini. Tokoh utama novel ini adalah Tata dan Jermaine. Saat sedang bekerja di toko kristal milik kakaknya, Tata kedatangan tamu yang ingin membeli kotak musik. Pria tampan tersebut adalah Jermaine Morton. Ia hendak melamar kekasihnya, Liz, yang sudah empat tahun dipacarinya. Rencananya, Jemaine ingin memasukkan cincin ke dalam kotak musik tersebut. Meski tetap melayani Jermaine dengan profesional, sejujurnya Tata merasa sedikit kecewa, karena ternyata pembeli yang menurutnya hot ini akan segera menikah. #PoorTata

Saat yang ditunggu-tunggu Jermaine pun tiba. Ia telah mempersiapkan segala sesuatunya bagi Liz, wanita yang akan segera dilamarnya itu. Pertemuan mereka malam itu adalah di restoran yang merupakan tempat pertama kali mereka jadian. Dan malam ini, Jermaine akan mengambil langkah yang lebih serius bagi hubungan mereka. Namun apa yang terjadi sungguh di luar dugaan. Liz menolak mentah-mentah lamaran Jermaine yang berlutut di hadapannya. Selain dibuat patah hati, cowok itu juga benar-benar dipermalukan di depan banyak orang. #PoorJermaine

Tata tidak menyangka akan bertemu cowok ganteng itu lagi. Bila tempo hari cowok itu datang ke toko kristal dengan muka berbinar saat membeli kotak musik, kini ia kembali dengan tampang muram. Dari cerita Jermaine, Tata mengetahui kalau kekasih cowok itu menolak lamarannya. Jermaine pun memutuskan untuk mengembalikan kotak musik bermelodi Für Elise itu meski hanya mendapatkan setengah harga. Sayang, barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi. Jermaine yang hanya ingin agar kotak musik itu enyah dari hadapannya akhirnya memberikannya kepada Tata. Tata menerimanya dengan senang hati, apalagi harga barang itu lumayan mahal, hehe. Sebagai ucapan terima kasih, Tata mentraktir Jermaine. Dan kisah antara Tata dan Jermaine pun benar-benar dimulai.

Jermaine merasa nyaman dengan Tata yang berpenampilan tomboy tersebut. Baginya, tata seperti bro, tempatnya bercerita dan bercanda. Jermaine hanya tidak tahu saja, bahwa apa yang dirasakan Tata terhadap dirinya sebenarnya lebih dari sekadar teman. Tata sendiri tidak ingin berani macam-macam (meski dalam benaknya bertebaran fantasi-fantasi indah bersama Jermaine), karena Tata tahu Jermaine dan Liz tidak benar-benar putus, hanya break sesaat. Namun ternyata Jermaine pun mulai merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan Tata...

Setelah merasa sedikit kecewa dengan Guilty Pleasure, perasaan saya terobati setelah membaca novel ini. Come On Over adalah novel pertama Christian Simamora setelah meninggalkan GagasMedia. Meski tidak lagi di bawah naungan penerbit besar tersebut, namun Christian tetap menunjukkan kualitasnya sebagai penulis novel mainstream romance.

Alur cerita novel ini memang mudah ditebak. Ceritanya pun harus diakui sangat klise. Membaca novel ini mengingatkan saya pada novel Chris yang lain, yaitu Pillow Talk, tentang persahabatan yang kemudian  berkembang menjadi cinta. Meski klise, penulis penulis mampu mengolahnya menjadi bacaan yang menarik untuk diikuti hingga halaman terakhir. Gaya bercerita penulis begitu mengalir, blak-blakan, lengkap dengan humor yang segar. Banyak kalimat dalam novel ini yang quotable. Dan sebagai novel dewasa, penulis tak lupa memberikan service kepada pembaca melalui beberapa adegan panas. Selain itu, terdapat kisah tambahan yang tidak kalah menarik, yaitu kisah Ada (kakak Tata) dengan Noel. Awalnya Ada hendak menjodohkan adiknya dengan si Noel. Tapi ternyata perkebangannya justru di luar dugaan.

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati membaca novel ini. Hal yang saya rasakan saat membaca novel-novel Christian Simamora adalah meski bukunya bisa dibilang tebal (rata-rata di atas 400 halaman), namun dapat dilahap dalam waktu yang singkat, dikarenakan gaya menulisnya yang tidak membosankan. Hanya saja saya kurang begitu sreg dengan tokoh J-Boyfriend kali ini. Jermaine memang sempurna, sayang kesempurnaannya itu sedikit tercoreng lantaran sikapnya yang plin-plan. Hal lain yang saya harap dapat ditingkatkan penulis dalam karya selanjutnya adalah lebih mempertajam konflik dalam cerita.

Sekadar info, bagi pembaca yang mengikuti karya-karya Chirstian Simamora mungkin akan ngeh kalau dalam novel ternyata ini terselip hal-hal yang berhubungan dengan novel-novelnya yang lain. Misalnya Seb, yang merupakan tokoh dalam novel Shit Happens. Senang juga mengetahui kabarnya yang kini sudah menjadi penulis tenar. :)

Rating:

 Baca dan Posting Bareng BBI Agustus #2:
"Buku Indonesia Terbitan Tahun 2014"

4 komentar:

  1. wah ak nggak sadar kalo ada Seb, aku aja lupa siapa Seb itu, hahahahaha
    aku penasaran abis nih selanjutnya ChrisMor mau bikin cerita yang apa lagi ya? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Lis. Moga-moga novel berkutnya nggak kalah seru. Sejauh ini cerita favoritku masih Pillow Talk sama Good Fight. Tapi Pillow Talk nomor 1. :D

      Hapus
  2. chrismo beberapa covernya selalu begitu ya. saya jadi agak tengsin bawa ke kasir :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Percayalah, aku juga ngalamin kok. Tapi gampang aja menyiasatinya. Saat ngasih bukunya ke kasir, langsung serahin bukunya dengan posisi cover belakang menghadap ke atas, karena biasanya harganya ditempel di situ. Kasir bakalan langsung men-scan bukunya dan menaruhnya di plastik, tanpa melihat judul novelnya atau memerhatikan cover-nya. Berharap saja semoga kasirnya nggak kepo. :)

      Hapus

Back to top