14 Agt 2014

Confessions Of A Not It Girl (Bukan Cewek Gaul) by Melissa Kantor

Judul: Confessions Of A Not It Girl (Bukan Cewek Gaul)
Penulis: Melissa Kantor Polisi
Penerjemah: Dyah Pitaloka Citaresmi
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, Maret 2005
Tebal: 232 hlm.
ISBN: 9792212523

Sinopsis:
Jan Miller yakin hidupnya ditakdirkan nggak asyik banget. Orang tua Jan sering bersikap memalukan, Jan selalu naksir cowok di saat yang nggak tepat, dan formulir pendaftaran universitasnya berisi pertanyaan yang susah-susah banget.

Beda banget dengan kehidupan sahabatnya, Rebecca, yang dinobatkan jadi Cewek Gaul versi majalah-majalah New York. Rebecca sangat cantik, sangat cerdas, dan cowok-cowok mengikutinya ke mana pun dia pergi. Jan heran kenapa Rebecca masih mau main dengannya, soalnya dia kan sama sekali bukan cewek gaul.

Tapi namanya sahabat, Rebecca setia menemani jatuh-bangun Jan menghadapi PR Prancis yang nggak selesai-selesai dan jadi penasihat cintanya. Termasuk saat Jan naksir berat pada Josh, cowok yang jadi Romeo ketika Jan jadi Juliet pada drama singkat dalam kelas bahasa Inggris-nya. Bisa nggak ya mereka jadi Romeo dan Juliet sungguhan di dunia nyata?

Jan Miller. Jan dibaca "Yahn" loh. Salahkan orang tuanya yang memberinya nama aneh itu. Untunglah teman-temannya banyak yang tidak tahu hal itu tetap memanggilnya Jan, dan ia juga tak mau repot-repot mengoreksi mereka. Jan bukanlah cewek populer. Ia selalu mengeluhkan pantatnya yang sebesar truk (iya, Jan memang agak lebay soal ukuran pantatnya). Maka dapat dikatakan ajaib bahwa ia bersahabat dengan cewek secantik dan segaul Rebbeca, yang baru-baru ini dinobatkan sebagai Cewek Gaul versi majalah remaja New York. Dalam kehidupan sehari-hari, Rebbeca selalu menjadi penasihat Jan soal banyak hal, terutama soal cowok dan fashion. Tapi Jan tetaplah Jan. Meski sering dipilihkan baju-baju keren oleh Rebbeca, tapi tetap saja ia payah dan tak memiliki cukup rasa percaya diri, bahkan untuk menyapa cowok yang sudah lama ia taksir.

Suatu ketika, ia bertemu dengan Josh, teman masa kecilnya yang dulu pindah ke Seattle dan kini kembali lagi ke Manhattan. Ternyata penampilan Josh sudah tidak seculun dulu. Ia telah berubah menjadi cowok keren yang sukses mendepak Tom Richmond dari benak Jan, cowok yang selama ini membuat Jan tergila-gila. Pementasan drama kecil-kecilan Romeo & Juliet di kelas bahasa Inggris sukses membuat Jan klepek-klepek di hadapan Josh. Kesempatan emas datang saat Jan dimintai tolong oleh ibu Josh untuk menjadi pengasuh adik Josh setelah sang pengasuh yang biasanya mengasuh adik Josh jatuh sakit.

Dapatkah Jan menarik perhatian Josh? Cowok itu mau nggak sih sama cewek berpantat lebar seperti Jan? Temukan jawabannya dalam Confessions of A Not It Girl (Bukan Cewek Gaul)  karya Melissa Kantor Pos.

Saya nggak bereksptektasi tinggi waktu memutuskan untuk membaca novel young adult ini (yang dengan teganya diberi label teenlit oleh Gramedia, padahal terdapat adegan yang sedikit vulgar di dalamnya). Karena tidak berekspektasi tinggi, saya kalem-kalem saja sewaktu menikmati novel ini. Maka dari itu saya terkejut bahwa ternyata novel ini lumayan kocak. Beberapa komentar dan imajinasi Jan di luar dugaan sanggup membuat saya tergelak.

Cerita novel ini sangat ringan. Terlalu ringan malahan. Jadi cocoklah dibaca bagi mereka yang kebetulan sedang mencari bacaan ringan (dalam kasus saya, novel ini bisa membuat saya rileks setelah membaca Mockingjay yang bikin depresi itu). Tapi bagi pembaca yang ingin mencari bacaan young adult yang lebih 'berisi', novel ini mungkin bukan pilihan yang pas. Apalagi sikap Jan terlalu kekak-kakanan untuk ukuran cewek SMA yang sebentar lagi akan lulus dan masuk universitas.

Interaksi Jan dan Josh sebenarnya lumayan seru. Sayang sikap Jan lebih terlihat seperti eibiji yang baru pertama kali jatuh cinta, sehingga membuat saya geregetan sendiri. Belum lagi alur dalam novel ini terasa sangat datar, hampir tidak ada konflik yang berarti. Tapi khayalan-khayalan Jan tentang dirinya dan Josh yang ditampilkan dalam bentuk drama (lebih tepatnya sih, opera sabun!) sedikit menyelamatkan alur-datar novel ini.

Endingnya terkesan terlalu terburu-buru, padahal seharusnya bisa dibuat lebih keren lagi. Secara keseluruhan novel ini lumayan oke lah. Dan karena sanggup membuat saya ngakak, maka saya berbaik hati memberi novel ini 3 bintang. ^^

*

3 komentar:

Back to top