8 Sep 2014

The Alchemist and The Angel by Joanne Owen

Judul: The Alchemist and The Angel
Penulis: Joanne Owen
Penerjemah: Nina Setyowati
Penerbit: Ufuk Press, 2011
Tebal: 360 hlm.
ISBN: 9786028801850

Sinopsis:
Semuanya berubah bagi Jan ketika pamannya, Gustav—seorang ahli anatomi, ilmuwan alam, dan alkemis (ahli alkimia) termasyhur—meminta bantuannya untuk mencari bahan serum pemberi kehidupan. Untuk menguji serum ini, mereka harus mengikuti serangkaian instruksi kuno dan terjun ke dalam permainan misterius demi menghidupkan kembali yang tidak bernyawa. Ketika Gustav meninggal secara mendadak, Jan harus melanjutkan cita-cita besar pamannya ini.

Jan diyakinkan bibinya bahwa mereka harus pindah dari Vienna ke Prague. Tapi, bibinya tiba-tiba menghilang. Jan pun berusaha keras mencarinya. Menerobos lingkungan kumuh yang terjangkit wabah di sekeliling istana mewah Kaisar Rudolf yang arogan dan sinting, dia harus mencari akal menghadapi musuh dan rangkain kejadian aneh yang mengejutkan. Satu-satunya sekutu Jan adalah Zuzana. Gadis misterius itu dikenal sebagai Malaikat dari Ghetto. Bisakah Jan memercayai Zuzana? Apa yang sebenarnya terjadi pada paman dan bibi Jan? Mampukah Jan membuat serum pemberi kehidupan?

Berlatar belakang Praha pada abad ke-16 dan Vienna yang menakjubkan, ini adalah novel historical fiction yang penuh keajaiban.

Apa yang ada di benak pembaca sekalian saat mendengar kata “Alchemist”? Mungkin sebagian pembaca akan membayangkan novel The Alchemist karya Paulo Coelho. Para pencinta anime kemungkinan akan membayangkan anime terkenal berjudul Fullmetal Alchemist yang penuh aksi itu. Saya sendiri, begitu mendengar kata Alchemist yang muncul di benak saya adalah elixir kehidupan, sebuah cairan yang membuat peminumnya akan memperoleh hidup abadi (iya, itu gara-gara membaca buku pertama Harry Potter, hehe).

Praha dan Vienna abad ke-16 menjadi latar dari kisah fantasi ini. Tokoh utama kita adalah Jan, anak laki-laki yang menjadi yatim-piatu sejak wabah pes merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kini ia tinggal bersama paman dan bibinya di Rumah Tujuh Bintang. Jan beruntung sebab pamannya, Gustav, adalah seorang alkemis terkenal. Jan yang memiliki minat terhadap ilmu pengetahuan dan obat-obatan menyambut gembira ketika Gustav mengangkatnya sebagai murid. Mereka bersama-sama berusaha membuat serum ajaib yang mampu membangkitkan makhluk hidup dari kematian. Serangkaian instruksi yang rumit mereka ikuti demi membuat serum tersebut. Harapan Gustav dari serum tersebut adalah semoga dapat menjadi obat yang mampu menghalau wabah pes yang menghatui Eropa pada masa itu.

Sayangnya, Paman Gustav meninggal sebelum mereka berhasil menyempurnakan serumnya. Tak lama sesudah itu, Bibi Greta, istri Gustav mengajak Jan untuk pindah dari Vienna ke Praha. Masih bingung dengan keputusan mendadak bibinya, Jan memutuskan untuk menurut saja. Akan tetapi, Bibi Greta menghilang saat berada di Praha! Jan menduga seseorang telah menculik bibinya demi mengincar harta peninggalan suaminya. Di tengah keputusasaannya, Jan ditolong oleh seorang malaikat cantik bernama Zuzana. Tapi bisakah Jan mempercayai gadis cantik misterius itu?

Petualangan Jan terus berlanjut. Ia bertemu dengan orang-orang hebat yang hanya pernah didegarnya dari cerita-cerita Gustav. Orang-orang yang ahli dalam bidang sains, alkimia, atronomi, dan ilmu pengetahuan lainnya. Dan untuk pertama kalinya Jan menyaksikan sihir yang benar-benar luar biasa. Sambil mencari bibinya, Jan tetap berusaha menyempurnakan serum peninggalan sang paman.

Berhasilkah Jan dengan serumnya? Apa sebenarnya yang terjadi kepada Paman Gustav? Dan di manakah Bibi Greta? Siapa sebenarnya sang malaikat cantik yang ditemuinya tempo hari?

Temukan jawabannya dalam The Alchemist and The Angel karya Joanne Owen.

Setelah beberapa saat tidak membaca buku fantasi, saya merasa cukup mendapat penyegaran saat membaca novel ini. Novel ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama novel ini sangat menyedot perhatian. Tanpa berlama-lama, pembaca langsung dipertemukan dengan hal-hal luar biasa di dalam ruang kerja Gustav, sang alkemis. Sama seperti Jan, saya merasa sangat penasaran dengan proses pembuatan serum kehidupan. Instruksi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat serum sangatlah menarik. Instruksinya agak sedikit mengerikan sebetulnya, mengingatkan saya pada aktivitas-aktivitas klenik, tapi tetap saja bikin penasaran. Saya selalu tak sabar untuk segera membalik halaman berikutnya, mencari tahu seperti apa hasilnya. Sayang sekali Gustav keburu meninggal, dengan cara yang membuat penasaran pula.

Setelah Gustav meninggal alur cerita novel ini melambat. Ditambah lagi aktivitas membuat serum sempat terhenti karena mandrake (ya, mandrake yang pernah muncul di seri Harry Potter itu) yang dibutuhkan untuk membuat serum, yang proses membuatnya membutuhkan usaha keras, ternyata dicuri orang! Pertemuan Jan dengan para ahli ilmu pengetahuan dari penjuru Eropa mungkin terasa luar biasa bagi Jan, tapi entah mengapa kurang begitu terkesan bagi saya. Saya curiga, apakah ini berkaitan dengan terjemahannya yang kurang memuaskan? Yang jelas sejak di bagian tengah hingga akhir buku ini gairah membaca saya tidak lagi sekuat seperti ketika mulai membacanya. Mungkin juga karena tak banyak adegan aksi dalam novel ini. Tokoh jahat dalam buku ini sudah bisa ditebak, namun saya tetap berharap konfrontasi antara Jan dengan sang tokoh antagonis akan sangat seru... tapi ternyata tidak. Malah penulis terkesan terburu-buru mengakhiri ceritanya.

Meski demikian, masih terdapat banyak hal menarik dalam novel ini. Misalnya, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, tentang instruksi-instruski unik juga bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat berbagai macam benda alkimia, seperti membuat serum, membuat golem, atau mengubah benda biasa menjadi emas. Unik sekali. Hal lain yang membuat buku ini sangat memikat, adalah ada beberapa dongeng yang disisipkan penulis dalam buku ini untuk mendukung cerita. Ingat dongeng tentang Relikui Kematian yang diceritakan Hermione di buku Harry Potter yang ketujuh? Kurang lebih seperti itulah. Yang membedakan adalah dongeng-dongeng dalam buku ini ditulis dalam bentuk manuskrip dan terpisah dari cerita utama. Mungkin sebagian pembaca akan mengganggap hal tersebut dapat mengganggu ritme cerita, tapi bagi saya dongeng-dongeng itu sangatlah memikat. Dalam buku ini juga terdapat ilustrasi-ilustrasi yang cukup menarik.


Secara keseluruhan, saya cukup menikmati novel fantasi ini. Meski beberapa bagian buku ini kurang memuaskan saya, namun banyak hal menarik dari buku ini yang sayang untuk dilewatkan.

Rating:

Sumber foto ilustrasi: sumber 1, sumber 2, sumber 3.

4 komentar:

  1. wow! baca judulnya... saya sudah membayangkan ahli kimia. tapi gak akan nyangka kalau konfliknya sedetail itu. iya ya, sayang sekali kalau pertemuan dg antagonis harus buru2 diakhiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membaca instruksinya sedikit mengingatkan pelajaran ramuan di seri Harry Potter. :)

      Hapus
  2. aaaaaww.... aku suka novel ini. ilustrasinya bagus-bagus. suka cerita-cerita side stories-nya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jugaaa. Tapi ya itu. Aksinya kurang. Coba kalau ditambahin lagi.

      Hapus

Back to top